Pilih Laman

Dulu, pas umur 20-an, rasanya hidup itu simpel banget. Mikirin skripsi, cari kerjaan pertama, nabung buat nonton konser, udah paling top. Sekarang? List ‘to-do’ harian kita lebih panjang dari gerbong kereta. Pagi-pagi udah mikirin kerjaan yang deadline-nya mepet banget, siang dikit meeting sama klien, sore jemput anak, malemnya… nah, malemnya antara mau nonton series terbaru atau langsung tepar nggak berdaya. Boro-boro mau ‘healing’, yang ada malah pening.

Dan mari kita bahas soal tongkrongan. Kalau dulu kita paling update sama tempat ngopi paling hits, sekarang obrolan di WhatsApp group udah bergeser. Dari yang tadinya, “Eh, band indie A manggung di mana ya?” jadi, “Guys, ada rekomendasi asuransi kesehatan yang cover-nya bagus nggak?” atau “Beli reksadana sekarang oke nggak ya kira-kira?”. Jujur aja, kadang ngerasa kayak lagi main dua peran sekaligus: anak gaul yang kekinian dan manajer keuangan keluarga.

Belum lagi soal ekspektasi sosial. Di umur segini, pertanyaan “Kapan…?” udah bertransformasi jadi lebih kompleks. Dari yang tadinya “Kapan nikah?” jadi “Anaknya udah berapa?”, “Udah punya rumah sendiri?”, “Nggak mau coba investasi properti?”. Kadang rasanya pengen jawab, “Maaf, lagi sibuk cicilan panci.”

Tapi, di tengah semua ‘kerempongan’ ini, ada serunya juga lho jadi kepala tiga. Kita jadi lebih bijak, lebih ngerti mana yang jadi prioritas dan mana yang cuma ‘FOMO’ (Fear of Missing Out). Kita jadi lebih bisa menertawakan diri sendiri, misalnya pas sadar kalau budget buat beli serum anti-aging sekarang lebih gede dari budget buat jajan sebulan pas kuliah.

Di umur 35 ini, kita belajar buat ‘let it go’. Nggak semua hal harus sempurna. Nggak semua pencapaian orang lain harus jadi standar kita. Rumah tetangga lebih gede? Ya biarin. Temen udah jadi manajer? Keren, kita doain. Kita punya timeline kita sendiri, dan itu nggak apa-apa banget.

Jadi, buat kita semua yang lagi berjuang di ‘hutan’ usia 30-an, santai aja. Nikmatin prosesnya. Kadang kita lari kenceng, kadang kita perlu berhenti buat sekadar ngopi dan napas sejenak. Yang penting, kita terus maju, sambil sesekali cek promo skincare terbaru, tentunya. Karena merawat diri di tengah gempuran hidup adalah sebuah kemenangan kecil yang patut dirayakan.

Kalau kamu, apa nih ‘struggle’ dan ‘happy’-nya di umur 30-an? Coba deh share di kolom komentar, biar kita tahu kalau kita nggak sendirian.